08.10.08
Menghindari Kecelakaan Ponsel
Kejadian meledaknya alat telekomunikasi bukanlah peristiwa pertama yang terjadi pada pemakai ponsel. Pertangahan tahun 2007 silam seorang pekerja pengelasan di China meninggal gara-gara ponsel yang diletakkan di saku kemejanya meledak dan menyebabkan tulang rusuknya yang patah menusuk jantung. Di tahun yang sama perusahan seluler terbesar Nokia menarik kembali baterai tipe BL-5C sebab baterai tersebut memicu terjadinya overheating yang dapat menimbulkan ledakan.
Masalahnya meledaknya ponsel ternyata bukan cuma legenda, dua kejadian tersebut di atas telah terjadi bukti nyata. Benarkah ponsel bisa meledak??
Sayang sekali jawabannya ternyata Ya. Alasan yang paling masuk akal adalah terjadinya arus pendek pada baterai ponsel yang terbuat dari bahan kimia yang dapat memicu terjadinya reaksi kimia kemudian menhasilkan energi panas.
Beberapa kiat untuk mencegah terjadinya kecalakaan tersebut yakni:
Gunakan baterai orisinil
Baterai orisinil telah melalui tahap pengujian kualitas yang ketat sehingga produk yang dijual mempunyai kualitas yang lebih terpercaya. Jadi jangn sesekali menggunakan baterai ponsel palsu.
Tidak memperbaiki baterai rusak
Ketika daya dan umur ponsel mulai melemah drastis lebih baik diganti dengan baterai yang baru. Jangan coba-coba memperbaiki baterai yang rusak, ini bisa membuat susunan rangkaian unsur pembentuk ponsel menjadi berantakan yang akhirnya akan menyebabkan fungsi ponsel tidak bekerja dengan baik.
Tidak membeli baterai bekas
Jika baterai yang dibeli baru saja bisa meledak, apalagi yang bekas. Kita tidak bisa tahu pemakaian barang bekas oleh pemilik sebelumnya kan? Jika baterai sudah pernah dimodifikasi kan bisa repot.
Matikan ponsel jika terasa panas
Jika badan ponsel terasa mengeluarkan panas berlebihan segeralah matikan ponsel, ada kemungkinan ini sebagai akibat overheating yang terjadi pada baterai.
Kembalikan ponsel bermasalah
Jika ponsel yang Anda beli mengeluarkan panas yang berlebihan segera hubungi pihak vendor untuk minta diganti dengan ponsel baru.
Tidak me-charge pada waktu yang lama
Ketika ponsel menandakan “Battery is Full Charge”, segeralah untuk mencabut charger. Baterai ponsel yang sudah mencapai posisi ter-charge dapat menyebabkan overheating.
Tidak menggunakan ponsel saat diisi
Ketika ponsel dicharge akan terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia dan juga terjadi arus masuk dan keluar secara bergantian. Apabila ponsel yang sedang diisi kita pakai untuk menelepon, maka akan menambah beban pada proses kimia tersebut.
Gunakan sarung ponsel.
Dengan menggunakan sarung ponsel setidaknya jika terjadi ledakan resiko kecelakaan bias diminimalis. Saat ini kita bisa mendapatkan sarung untuk ponsel dengan mudah, toko aksesoris ponsel dapat ditemui di setiap pusat pertokoan ponsel.
Jangan letakkan ponsel di bagian rawan
Daerah rawan maksudnya bagian tubuh yang memiliki resiko kecelakaan fatal seperti dada yang berdekatan dengan jantung, jadi jangan dibiasakan meletakkan ponsel pada saku kemeja.
Mengikuti perkembangan berita teknologi
Biasakanlah untuk selalu mengikuti perkembangan berita teknologi, biasanya jika terjadi masalah pada suatu produk tak terkecuali ponsel jika terjadi masalah pihak vendor akan mengumumkannya dengan segera. Selanjutnya kita bisa menggantikannya sesuai prosedur yang ditetapkan vendor terkait.